apa yah? nulis aja sih sesuka saya, kadang pake basa sunda, kadang pake bahasa jangkrik kalo lagi mood. follow dulu makannya @ajihairi
Senin, 27 Desember 2010
timnas kalah karena ulah suporter malaysia
kekalahan markus cs harus diakui oleh selurh rakyat Indonesia hal ini karena markus(kiper) merasa terganggu konsentrasinya oleh salah satu suporter malaysia yang mengarahkan sinar laser kepada kiper kita............bukan hanya markus saja yang merasa terganggu
Jumat, 24 Desember 2010
Hadapi Malaysia, Gonzales Cs Diminta Pakai Pita Hitam di Lengan Kanan
Dalam pertandingan tanggal 26 Desember nanti, kesebelasan Indonesia diharapkan memakai pita hitam di lengan kanan untuk mengenang bencana menyedihkan itu.
Permintaan dan harapan ini disampaikan Thamren Ananda, Sekjen Partai Rakyat Aceh (PRA), salah satu partai lokal berpengaruh di Aceh.
“Aksi hening cipta dan mengikat pita hitam di lengan merupakan bentuk penghormatan terhadap korban tsunami. Ini juga menjadi pertanda bahwa solidaritas di antara rakyat Indonesia terus tumbuh. Apalagi, setelah tsunami banyak pula warga Aceh yang tinggal dan bekerja di Malaysia,” kata Thamren Ananda.
Diperkirakan sekitar lima belas ribu warga Indonesia yang tinggal di Malaysia akan ikut menonton pertandingan itu. Dukungan dari luar stadion diperkirakan juga akan tinggi mengingat saat ini, ratusan ribu orang Indonesia tinggal dan bekerja di wilayah Kuala Lumpur dan sekitarnya.
“Sudah selayaknya tim nasional kita sedikit sensitif untuk menghormati ratusan ribu korban meninggal pada peristiwa tsunami enam tahun lalu,” demikian Thamren.
www.rakyatmerdeka.co.id
STARTING LINE-UP TIMNAS INDONESIA VS MALAYSIA AFF 2010 Susunan Pemain Nasional Indonesia AFF Suzuki Cup 2010
Bagi tuan rumah Indonesia, partai pembuka ini begitu krusial. Kemenangan harus diraih untuk melapangkan jalan melangkah ke babak selanjutnya. Mengalahkan Malaysia akan menambah spirit dan kepercayaan diri saat menghadapi partai kedua dan ketiga melawan Laos dan Thailand.
"Jadi, tidak boleh tidak. Tim harus bekerja keras untuk mengalahkan Malaysia di partai pertama agar perjuangan di partai berikutnya bisa lebih mudah," ujar Andi Darussalam Tabussala, manajer timnas Indonesia dalam press conference kemarin.
Tugas Indonesia sebetulnya menjadi lebih mudah karena Malaysia tidak datang dengan skuad terbaik. Beberapa pemain pilar cedera dan tidak bisa dimainkan. Tapi pelatih timnas Merah Putih Alfred Riedl menegaskan jika Malaysia tetap ancaman serius.
"Malaysia punya tim kuat. Meski mereka hadir dengan pemain muda, namun bukan berarti akan mudah mengalahkan mereka. Perubahan peraturan AFF untuk mengganti daftar pemain karena banyak pemain mereka yang cedera di ajang Asian Games kemarin di Tiongkok tidak akan menguntungkan kita. Karena selain masih buta dengan kekuatan individu mereka, pemain pengganti tersebut pasti memiliki motivasi lebih untuk bermain bagus di laga nanti," kata Riedl usai memimpin tim mencoba lapangan SUGBK kemarin pagi.
Kendati tak mudah, Riedl optimis timnya bisa merebut kemenangan pada laga pertama malam nanti. "Malaysia memang tim kuat karena mereka di SEA Games lalu menjadi juara. Tapi, dengan turunnya pemain muda, secara mental mungkin lebih menguntungkan bagi kita, asalkan mereka jangan sampai bermain bagus. Jika tidak bisa mengalahkan Malaysia, akan sulit bagi kita di partai berikutnya," lanjut Riedl.
Pertemuan kedua tim nanti bukan hanya merupakan laga sarat gengsi dan ambisi bagi kedu tim. Taip juga mempertaruhkan martabat dan harkat bangsa. Sepanjang sejarah keikutsertaan kedua tim di Piala AFF, kedua negara belum pernah mengecap gelar juara. Tapi dibanding Indonesia, dua tahun belakangan Malaysia mengalami peningkatan kualitas lebih baik. Itu dibutkikan dengan menjuarai SEA Games 2009 dan lolos ke babak delapan besar Asian Games 2010.
"Saat ini suasana dalam tim, hari demi hari semakin kondusif. Ini yang membuat kami optimis bisa menang dalam laga nanti," ungkap Riedl.
Sementara itu pelatih Malaysia K. Rajagopal menuturkan perubahan skuad intinya membuatnya tidak berani menargetkan apapun di ajang ini. "Kami datang sebagai tim underdog, bukan sebagai tim favorit. Karena kami datang dengan pemain muda. Kami kehilangan delapan pemain inti Malaysia yang cedera saat bermain di Asian Games lalu. Ini sangat berpengaruh besar kepada tim. Para pemain tersebut merupakan pemain kunci kami. Jadi levelnya sangat berbeda dengan Indonesia, terlebih lagi mereka menjadi tuan rumah," ujar Rajagopal.
Kendati dalam kondisi yang tidak optimal, Rajagopal tetap optimistis bisa menang lawan Indonesia. Dia berharap skuadnya bisa menampilkan permainan terbaiknya. "Kami akan bermain nothing to lose. Kami akan membuat kejutan," lanjutnya.
Mengenai kemungkinan adanya tekanan dari pendukung Indonesia, Rajagopal mengatakan sebaiknya jangan membawa laga ini ke ranah politik, karena ini adalah olah raga, dan olah raga itu untuk menyatukan perbedaan. "Tapi jika ada tekanan, itu lumrah, karena di bulutangkis juga seperti itu. Tapi jangan sampai berlebihan," bebernya. jpnn.com
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Malaysia Piala AFF 2010 Suzuki Cup
Indonesia (4-4-2): 1-Markus (g); 3-Zulkifly, 5-Maman, 27-Hamka, 2-Nasuha; 22-Ridwan, 15-Utina, 19-Bustomi, 10-Oktovianus; 17-Gonzales, 9-Bachdim
Cadangan: 12-Ferry, 7-Benny, 20-Bambang Pamungkas, 14-Arif Suyono, 21-Yongky, 8-Eka, 6-Toni
Pelatih: Alfred Riedl
Malaysia (4-4-2): 1-Farizal (g); 2-Mat Abu, 18-Mahalli, 4-Asraruddin, 27-Fadhli; 7-Khairul, 16-Kunanian, 8-Safiq, 21-Amirul; 9-Norshahrul, 20-Izzaq
Cadangan: 22-Khairul, 24-Muslim, 12-Amar, 15-Gurusamy, 17-Shukur, 26-Ashari, 10-Safee
Pelatih: Rajagobal Krishnasamy
Piala AFF 2010, Indonesia Vs Malaysia, Starting Line-Up Timnas Indonesia Vs Malaysia, Susunan Pemain Nasional Indonesia Piala AFF 2010, AFF Suzuki Cup 2010, Video Indonesia Vs Malaysia AFF 2010, Youtube Indonesia Vs Malaysia Cupilkan Pertandingan, Hasil Akhir Indonesia Vs Malaysia AFF 2010, Pemain Timnas Indonesia AFF 2010, Skuad Timnas Indonesia AFF 2010 Suzuki Cup, Formasi Timnas Indonesia, Komposisi Pemain Indonesia, Skor Bola Final, Siaran Langsung Piala AFF 2010
sumber(www.google.com)
WikiLeaks: AS=Penjajah, Para Penguasa Muslim Pelayannya
Wikileaks kembali menghebohkan saat membocorkan ribuan dokumen berisi kawat diplomatik dari kedutaan-kedutaan besar dan konsulat AS di seluruh dunia. Wikileaks mengklaim memiliki lebih dari 251.000 dokumen meski sampai saat ini (21/12) baru sekitar 1824 dokumen yang dimuat di lamannya. Sebagian dokumen itu juga kemudian dimuat oleh media lain seperti The Guardian Inggris, New York Times di AS, El Pais Spanyol, Der Spiegel Jerman, dan lain-lain. Dokumen-dokumen yang dibocorkan itu berisi pembicaraan para diplomat AS di berbagai negara tentang berbagai masalah, mulai dari masalah yang serius dan rahasia sampai masalah kecil. Pembocoran dokumen-dokumen itu tak urung membuat para pejabat AS sibuk mengatasi dampaknya yang mungkin timbul. Meski demikian, sampai saat ini dampaknya belum terlalu besar dan mudah diatasi oleh AS.
Jika dicermati, tampak bahwa pembocoran dokumen-dokumen itu tidak terlepas dari pertarungan global negara-negara penjajah Barat, terutama antara AS dan Eropa (khususnya Inggris), ditambah dengan keterlibatan Israel. Inggris dan Israel, kemungkian berperan banyak dalam pembocoran ribuan dokumen itu. Pasalnya, dari ribuan dokumen itu, tak ada satupun dokumen yang merugikan Inggris ataupun Israel. Wikileaks menegaskan akan kembali mempublikasikan ratusan ribu dokumen rahasia lainnya ke depan, termasuk yang berasal dari Kedubes AS di Tel Aviv, Israel. Surat kabar Ha’aretz Jumat (26/11), mengutip seorang diplomat Zionis Israel, mengatakan, “Ada banyak dokumen yang dikirim ke Washington dari Kedutaan Amerika di Israel yang meliputi berbagai informasi, laporan, artikel dan dokumen diplomasi. Bahkan berbagai penilaian dari Kedutaan juga masuk dalam dokumen yang dimaksudkan untuk diterbitkan.” (Palestine-info.info, 27/11).
PM Zionis Israel Benyamin Netanyahu pun, seperti dikutip surat kabar Jomhouri Eslami, menyambut langkah WikiLeaks dan mengatakan, “Untungnya, semua dokumen itu tidak ada yang anti Israel, dan Tel Aviv sama sekali tidak mengkhawatirkan publikasi dokumen-dokumen tersebut.” (Indonesian.irib.ir, 6/12).
Artinya, Netanyahu yakin bahwa dokumen-dokumen berikutnya juga sama sekali tak akan mengancam kepentingan Israel. Ini berarti para pejabat Israel yakin bahwa informasi-informasi yang akan dibocorkan sudah disaring secara rapi dan tidak akan mengancam Israel.
Demikian pula dengan Inggris. Tak ada satu pun dokumen yang membahayakan kepentingan negara itu. Selain itu, selama ini Assange bermukim di Inggris. Pihak berwenang Inggris mengetahui hal itu dan terkesan melindunginya.
Lebih dari itu, dokumen-dokumen yang dibocorkan itu banyak terkait dengan negara-negara yang selama ini di situ terjadi perebutan pengaruh yang sengit antara AS dan Inggris seperti di Turki, Irak, Yordania, Kuwait, Pakistan, Iran, Mesir, Arab Saudi, Afganistan, Sudan dan-mungkin juga-Indonesia. Dengan terungkapnya aib penguasa negara-negara itu-yang notabene di bawah pengaruh AS-melalui dokumen yang bocor itu, maka popularitas mereka dan dukungan masyarakat kepada mereka boleh jadi akan menurun. Di situ akan ada peluang bagi Inggris untuk memunculkan atau bahkan menaikkan orang-orangnya untuk mengganti orang-orang yang selama ini menjadi agen AS. Dari dulu Inggris cukup dikenal cerdas dan licin dalam pertarungan pengaruh dengan AS, termasuk di negara-negara itu.
Selintas tampak AS-lah yang rugi akibat pembocoran itu. Namun, di sini bukan berarti tak ada peran AS. Selama ini tak ada bantahan langsung atas isi dokumen-dokumen itu dari pejabat AS. Bahkan terkesan Deplu AS menegaskan kesahihannya. Tak tampak pula ‘keseriusan’ AS untuk menghalangi, melawan atau menindak pembocoran dokumen itu dan pelakunya seperti layaknya jika memang hal itu dianggap sebagai pembocoran rahasia negara dan merugikan kepentingan AS atau mengancam kepentingan nasionalnya. Ini menunjukkan bahwa pembocoran dokumen-dokumen itu tak sepenuhnya di luar kendali AS. Surat kabar Jomhouri Eslami yang terbit di Teheran, Senin (6/12) menulis, “Di tengah kegusaran para pejabat AS atas bocornya sejumlah kawat diplomatik di Situs WikiLeaks, sejumlah pemimpin redaksi senior Majalah Newsweek menegaskan bahwa ada koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri AS dalam merilis dokumen-dokumen tersebut.”
Menurut keterangan mereka, pemerintah Barack Obama memberikan pertimbangan dalam menyeleksi dokumen itu dan juga mempublikasikan, membesar-besarkan atau membatalkan publikasi konten tertentu. Padahal tanpa pengakuan ini juga terlihat ada gerakan terorganisasi yang menargetkan tujuan-tujuan tertentu (Indonesian.irib.ir, 6/12).
sumber(www.hizbut-tahrir.or.id)
Jika dicermati, tampak bahwa pembocoran dokumen-dokumen itu tidak terlepas dari pertarungan global negara-negara penjajah Barat, terutama antara AS dan Eropa (khususnya Inggris), ditambah dengan keterlibatan Israel. Inggris dan Israel, kemungkian berperan banyak dalam pembocoran ribuan dokumen itu. Pasalnya, dari ribuan dokumen itu, tak ada satupun dokumen yang merugikan Inggris ataupun Israel. Wikileaks menegaskan akan kembali mempublikasikan ratusan ribu dokumen rahasia lainnya ke depan, termasuk yang berasal dari Kedubes AS di Tel Aviv, Israel. Surat kabar Ha’aretz Jumat (26/11), mengutip seorang diplomat Zionis Israel, mengatakan, “Ada banyak dokumen yang dikirim ke Washington dari Kedutaan Amerika di Israel yang meliputi berbagai informasi, laporan, artikel dan dokumen diplomasi. Bahkan berbagai penilaian dari Kedutaan juga masuk dalam dokumen yang dimaksudkan untuk diterbitkan.” (Palestine-info.info, 27/11).
PM Zionis Israel Benyamin Netanyahu pun, seperti dikutip surat kabar Jomhouri Eslami, menyambut langkah WikiLeaks dan mengatakan, “Untungnya, semua dokumen itu tidak ada yang anti Israel, dan Tel Aviv sama sekali tidak mengkhawatirkan publikasi dokumen-dokumen tersebut.” (Indonesian.irib.ir, 6/12).
Artinya, Netanyahu yakin bahwa dokumen-dokumen berikutnya juga sama sekali tak akan mengancam kepentingan Israel. Ini berarti para pejabat Israel yakin bahwa informasi-informasi yang akan dibocorkan sudah disaring secara rapi dan tidak akan mengancam Israel.
Demikian pula dengan Inggris. Tak ada satu pun dokumen yang membahayakan kepentingan negara itu. Selain itu, selama ini Assange bermukim di Inggris. Pihak berwenang Inggris mengetahui hal itu dan terkesan melindunginya.
Lebih dari itu, dokumen-dokumen yang dibocorkan itu banyak terkait dengan negara-negara yang selama ini di situ terjadi perebutan pengaruh yang sengit antara AS dan Inggris seperti di Turki, Irak, Yordania, Kuwait, Pakistan, Iran, Mesir, Arab Saudi, Afganistan, Sudan dan-mungkin juga-Indonesia. Dengan terungkapnya aib penguasa negara-negara itu-yang notabene di bawah pengaruh AS-melalui dokumen yang bocor itu, maka popularitas mereka dan dukungan masyarakat kepada mereka boleh jadi akan menurun. Di situ akan ada peluang bagi Inggris untuk memunculkan atau bahkan menaikkan orang-orangnya untuk mengganti orang-orang yang selama ini menjadi agen AS. Dari dulu Inggris cukup dikenal cerdas dan licin dalam pertarungan pengaruh dengan AS, termasuk di negara-negara itu.
Selintas tampak AS-lah yang rugi akibat pembocoran itu. Namun, di sini bukan berarti tak ada peran AS. Selama ini tak ada bantahan langsung atas isi dokumen-dokumen itu dari pejabat AS. Bahkan terkesan Deplu AS menegaskan kesahihannya. Tak tampak pula ‘keseriusan’ AS untuk menghalangi, melawan atau menindak pembocoran dokumen itu dan pelakunya seperti layaknya jika memang hal itu dianggap sebagai pembocoran rahasia negara dan merugikan kepentingan AS atau mengancam kepentingan nasionalnya. Ini menunjukkan bahwa pembocoran dokumen-dokumen itu tak sepenuhnya di luar kendali AS. Surat kabar Jomhouri Eslami yang terbit di Teheran, Senin (6/12) menulis, “Di tengah kegusaran para pejabat AS atas bocornya sejumlah kawat diplomatik di Situs WikiLeaks, sejumlah pemimpin redaksi senior Majalah Newsweek menegaskan bahwa ada koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri AS dalam merilis dokumen-dokumen tersebut.”
Menurut keterangan mereka, pemerintah Barack Obama memberikan pertimbangan dalam menyeleksi dokumen itu dan juga mempublikasikan, membesar-besarkan atau membatalkan publikasi konten tertentu. Padahal tanpa pengakuan ini juga terlihat ada gerakan terorganisasi yang menargetkan tujuan-tujuan tertentu (Indonesian.irib.ir, 6/12).
sumber(www.hizbut-tahrir.or.id)
Langganan:
Komentar (Atom)