Cewe Ospek Vanda
Hari itu hari Senin, hari dimana aku memulai orientasi
hidupku yang penuh lika-liku dari alpa hingga omega.
Dimulai pukul 4:30 ketika aku bangun oleh dua alarmku yaitu Adzan Shubuh dan
Ibuku.
“Allaaaaahhuaakbar Allaaaaaaahhuakbar” Suara
adzan berkumandang. “Brian bangun.. cepat ke masjid,sholat shubuh!!!” Ibuku
berkumandang juga.
“iyaa mah..”
balasku agar ibuku mengira aku sudah bangun, padahal aku tidur lagi.
Dan ibuku seperti biasa mengecek ke
kamarku, karena ibuku tau bahwa aku sudah sering melakukan menghentakkan tangan
seperti itu.
“Brian
Cepat ke Masjid, nanti keburu komat! Kalo kamu sholat shubuh dirumah bekalmu
akan di diskon” ujar ibuku dengan ancaman pamungkasnya
.
Aku langsung bergegas siap-siap ke masjid dengan sarung favoritku yang jarang
ku cuci. Sesudahnya sholat shubuh aku pulang dan langsung unsur magnetik di
dalam kasur itu menarikku, namun kali ini aku tidak tertarik dengan kasur itu,
karena aku harus bergegas mandi dan kesekolah untuk melaksanakan kebiasaan
taunan sekolahku. Aku berangkat ke sekolah dengan motor Bebek Favoritku yang
jarang ku Service sehingga knalpotnya bobrok. Aku sangat menyayangi motorku
karena motorku pemberian dari Ayahku dari dealer.
Aku bersekolah di SMAN 1 LONDON.
Kini aku duduk di kelas 12 dan ini taun pertamaku di kelas 12. Hari ini
sekolahku mengadakan adat dari tahun ke tahun yaitu MOPDB SMANDON atau Masa
Orientasi SMAN Satu London. Aku dan teman-teman osis akan mengospek hari ini
sampai 6 hari kedepan. Aku sampai disekolah pukul 5, untungnya aku tidak telat.
Kalau telat aku pasti akan mendapatkan seri dari komdis. Briefing pun dimulai,
lalu aku mendapatkan Pos pemeriksaan password Ospek bersama temanku Catherine
yang tidak akan masuk kedalam ceritaku ini karena dia bukan siapa-siapa.
“cath, passwordnya apa?” ujarku
dengan panggilan akrabnya.
“passwordnya kopi luak white coffe, eh salah
maaf maksudnya passwordnya SMANDON is the best.” balasnya dengan password yang
kampungan itu yang dibikin oleh ketua Pelaksana sendiri.
Maklum
catherine baru memenangkan kuis di televisi, jadi dia masih ingat passwordnya
.
“ooh iya iya siap” balasku seperti biasa.
Lalu ada segerombolan peserta datang
dari pos sebelumku, begitu banyaknya sehingga ku mengira mereka akan minta
tanda tangan kepadaku. Iya, kata orang-orang aku mirip Keanu Reev, artis The Matrix, The Persamaan Linear dan The
Integral. Filmnya memang mirip materi di pelajaran matematika kupikir, tapi
sudahlah karena film-film itu tidak akan mempengaruhi jalan ceritaku ini. melihat keramaian itu aku
sontak siap-siap menyiapkan pulpen yang sebesar tongkat pramuka agar tintanya
lama habisnya.
“brian, kamu
ngapain?? Pulpen sebesar itu?” tanya catherine kepadaku.
“oh maaf aku
terbawa suasana, maklum kalo liat banyak orang menghampiriku,aku langsung
mengira mereka adalah fansku. Maaf maaf.” Balasku lalu 3 orang peserta datang
pertama kepadaku dengan memakai pakaian yang ga karuan karena persyaratan
MOPDB.
“Siang kang” ujar 3 peserta itu
bersama dengan keringat di sekujur tubuhnya hingga banjir dan sepatuku basah
oleh keringat mereka.
“siaang”
balasku dengan senyum agar kelihatan ramah.
Sebenarnya aku
tidak menghiraukan tugas pos, karena sudah ada catherine. Dalam pos kali ini
aku hanya mencari peserta-peserta perempuan saja untuk dijadikan kecenganku nanti. Ternyata 3 peserta ini tidak lolos
kriteriaku, bukan karena mereka jelek atau mereka gendut tapi mereka adalah
laki-laki semua. Karena aku kesal melihat muka mereka yang kucel dan lesuh
seperti pedagang 2 tax. Aku langsung memberikan mereka seri 5, 1 serinya 80 push up untuk laki-laki.
Ahirnya mereka
seri semua. Akibatnya badan mereka berkeringat semua kelelahan dan membanjiri
posku hingga setengah lutut orang dewasa. Karena aku khawatir mereka akan
membanjiri seluruh sekolah ahirnya aku memberhentikan seri mereka setelah
mereka push up sebanyak 236. Ketika mereka berdiri tangan mereka langsung besar
seperti mike tyson dan aku khawatir di tinju mereka.
“yasudah silahkan ke lapang, tapi ingat jangan pernah
melakukan kesalahan ini lagi” ujarku dengan wajah masam sekarang.
“iya ka..”
jawab mereka kompak bagaikan penyanyi JKT48 yang menyanyikan lagu Fortune
cookies.
“Brian, kok kamu memberi mereka seri?” catherine
menanyakan karena heran.
“Kamu ga liat? Liat mereka badannya mirip mike tyson
semua, itu tuh tidak menyirikan perawakan anak SMA” Balasku dengan kesal karena
Catherine selalu bertanya seperti wartawan insert
”iya yah, aku juga berpikir. Serasa tidak pantas baju
SMP dipakai oleh mereka” Jawab Catherine yang kali ini omongannya seperti
perempuan cerdas.
Lalu setelah 369 peserta melewati pos ku ahirnya datang
3 peserta lagi, kali ini perempuan semua. Mereka bertiga berjalan bersama
seperti girlband smash.
“PAGI KAAAA” sapa mereka semangat seperti anak cheers.
“IYAA PAGII” jawabku semangat seperti cheers juga.
Dan hingga kali ini aku baru sadar bahwa 3 peserta
pertama tadi menyapaku dengan kata “SIANG” dan aku ikut menjawab “SIANG”. Dan
aku sadar betapa stupidnya aku dalam cerita ini.
Aku diam terpaku asmara oleh wajahnya yang cantik luar
biasa, dia berasal dari SMPN 1 ternama di kotaku. Badanku gemetar didekatnya
hingga getarannya menggetarkan bumi dengan skala sampa 8,7 skala rither. Aku
sapa dia dengan kata-kata yang penuh keramahan tanda bahwa ada perasaanku yang
luar biasa kepadanya.
Namanya Vanda.
Nama panjangnya adalah Vaandaaaaaaaaaa.
“hi Vanda..” aku menyapanya namun dia tidak
menghiraukan sapaanku karena sedang sibuk melaksanakan seri karena tidak hafal
password ospek. Setelah selesai seri dia melewati diriku sambil tersenyum
memandang wajahku.
“Aaahhh apa
mungkin ini cinta pada pandangan pertama” ujarku dalam hati.
“Brian, kamu kenapa??” tanya Catherine lagi karena
heran melihat wajahku merah merona seperti buah naga Bu Adangpinggir
Bu Uci.
“euumm eumm ga
kenapa-kenapa hehe” balasku dengan gugup.
“yu ah kita ke
lapang, udah mau mulai upacara pembukaannya nih” ajak Catherine kepadaku.
“iyaa ayo” dengan wajah semeringai ku berjalan
kelapang.
Vanda ini orangnya Putih cantik tiada tanding bagiku,
bahkan aku hampir tidak fokus selama upacara pembukaan karena pandanganku hanya
tertuju pada Vanda yang sedang Baris di lapang Upacara.
“Bray lo
kenapa?” tanya Jacob Mahmud Safeer kepadaku.
“gini sob, ada
anak peserta mos yang bikin gua terpanah asmara olehnya” jawabku.
“wah yang
bener? Emang lu udahan sama Inem anak kelas 11 itu?” kata Jacob.
“waah lu
ketinggalan informasi sob. Dia udah pindah ke Ciparay ke orangtuanya disana,
jadi kita memutuskan untuk ga bakal LDRan(long distance relationship) sob,
soalnya LDRan tuh kaya kita pacaran sama hape aja” Jawabku lagi. “ooh iya bener
bener...” katanya.
Lalu suasana
hening. Ternyata upacara telah dimulai.
Setelah beberapa jam melelahkan disekolah aku langsung
pulang. Sambil membayangkan wajahnya yang cantik bahkan Taylor Swift juga kalah
oleh kecantikannya.
Aku cek twitterku yang followersnya 756 dan
followingnya 459203. Berpikir siapa tahu ada anak peserta ospek yang
memfollowku dan meminta follback kepadaku. Ahirnya setelah 4 jam berharap ada
yang meminta follback, ada 1 akun yang minta follback kepadaku akun itu adalah
@radityadika.
“@ajihair
qhaqhaa follbeck eaaaa” begitulah tweet dia kepadaku. Aku langsung block akun
twitter dia karena alay sekali dan dia bukan yang aku harapkan.
Setelah penungguan yang lama hingga jenggotku
bercabang ahirnya satu akun perempuan yang aku
harapkan ada. Akunnya adalah @VandhaThea memang agak alay sih tapi ya
sudahlah, lambat laun alaynya akan hilang karena Sekolahku nanti.
“@ajihairi: kaka follback yah ini vandaa hehehe”
begitulah tweetnya yang ramah. Aku senang karena dia menfollowku duluan, saking
senangnya aku menjadikan tweet dia tadi sebagai favoriteku di twitter.
“@VandhaThea
followed yah :D” begitu tweetku kepadanya.
Tak terasa MOPDB SMANSON pun selesai. Dan dimulai lah
misi PDKT ku kepadanya yang sekarang sudah ganti akun twitternya menjadi
@Vanda_. Ahirnya alaynya pun sudah sembuh. Namun di tengah-tengah PDKTku
kepadanya ternyata ada banyak Panitia MOPDB Laki-laki juga suka kepadanya. Dia
bernama Edgar Silaholo dari Madura.
“Eh Bray, gua
suka sama peserta ospek kemaren nih. Dia cantik, baik bray” katanya kepadaku.
“waaah?? Siapa Gar?” responku dengan tanpa curiga
bahwa dia dan aku mendekati satu orang yang sama
“ini nih orangnya” ternyata Edgar menunjukan avatar
twitternyaVanda. Aku kaget dan sedih secara bersamaan.
“ooh” jawabku
dengan dingin.
Setelah tau Bahwa Edgar suka kepada Vanda juga.aku
langsung menyusun strategi 4-4-2 ku dalam mendekati Vanda.
4 pertama yaitu : MenDirect Message dia di twitter,
Meng-add facebook dia, mentionan sama dia agar kelihatan sudah dekat dan
mendapatkan nomor handphonenya.
3 fase dalam 4 pertama sudah sukses. Walaupun ada
kendala di saat meng-add facebooknya. Sunggu sulit saat mendapatkan akun
facebooknya. Ternyata dia masih alay di facebook. Ahirnya aku menemukan akun
facebooknya yang alay itu chieeVandha
eanxbnchicwo penghianadztsalawaznha . namun setelah 3 detik di add aku
langsung di accept olehnya.
Dalam proses mendapatkan nomor handphonenya ini
mungkin butuh proses. Aku memulai menchatnya di fb.
“eeh Van, boleh
minta nomor hape ga?? Hehehh:D” kemudian chatku hanya di baca saja terliat di
pemberitahuan facebooknya.
5 jam kemudian dia membalas “MBB ka, 5 jam tadi facebooknya
delay” aneh yah, facebook bisa delay
“nih nomernya ka 0877986+2314+89/0=0” itu lah nomor
handphonenya yang rumit melebihi soal UN.
“ooohh iyaa siipp makasih vanda heheh” balasku di
chat.
Yesss!!!! Ahirnya tahap 4 pertama selesai.
Tahap 4 kedua yaitu : smsan dengan dia, mengantarnya
pulang, mendapat pin bbmnya dia dan membuat dia suka kepadaku.
Dalam tahap 4 kedua ini levelku untuk jadian sama dia
berubah yang asalnya amateur menjadi pro. Dalam tahap ini aku belum
melaksanakan 2 fase yaitu mengantarnya pulang dan membuat dia suka kepadaku.
Sebelum aku mengantarnya pulang aku harus tau rumahnya
dimana. Ketika itu Rabu jam 12 siang di sekolah.
“van, rumah kamu itu dimana?? Heheh” smsku kepadanya
“di Jln. Pasirkaliki ka hehe” jawabnya
Aku kaget ternyata dia aadalah perempuan setrong yang dugdag dari rumah ke sekolah. Namun
untuk mendapatkannya hatinya aku harus rela berkorban.
“nanti pulangnya bareng aku yah :D” balasku dengan
percaya diri
“eeh ka gatau, Vanda bingung. Tadi juga ka Edgar
ngajak bareng” jawabnya
Jleebbbb perasaanku. Ternyata Edgar sudah
mendahuluiku. Edgar akan mengantar dia dengan Motornya satria Fu yang stang
motornya di jepit seperti gerobak baso.
Namun aku tidak
akan mudah menyerah. Aku akan tetap membuat Vanda mau pulang bersama diriku.
“Vaan, yaudah pulangnya bareng aku aja yah” kataku
dalam sms.
Smsku tidak dibalas olehnya, akhirnya aku galau. Aku
takut aku tidak akan mendapatkan Vanda. Jam 2 pun tiba, bel pulang berbunyi.
“gatau ka, kayanya aku bakal pulang bareng Papahku aja”
balasnya dalam sms yang lama
“ooh iyaudah atuh yaah hati hati” sambil perasaan
kecewa karena tidak bisa mengantarnya pulang.
Walaupun aku kecewa, aku tidak akan menyerahkan Vanda
kepada Edgar anak juragan oncom di sukamelang. Aku tetap berusaha hingga hari
waktu itu Hari Sabtu dia menerima ajakan pulang bersamaku.
“Van, sekarang mau ga Pulang sama aku?” tanyaku
“ooh boleh ka boleeh” jawabnya
Yesss!!!! Ahirnya usahaku tidak sa-sia. Aku heran
mengapa dia menolak ajakan Edgar. Padahal motorku hanya bebek yang belum tentu
bisa jalan sampai kerumah dia, sungguh sedih motor kesayanganku yang sudah tua
itu.
Bel pulang pun bunyi. Aku mengsms dia bahwa aku sudah
menunggunya di gerbang.
Tinggal 1 fase lagi dalam tahap ini. yaitu membuat dia
suka kepadaku. Aku bertanya-tanya ke teman-temannya. Mencari tahu apakah dia
suka kepadaku atau tidak.
Setelah curhat ke satu angkatan kelas 10. aku mendapat
pencerahan dari anak kelas Xalam-A namanya Venellope atau Venny. Berkat dia aku tau bahwa Vanda
Suka kepadaku.
“Ven, kamu yakin dia suka sama aku??” tanyaku
“iih bener ka, aku liat gimana respon dia kalo dapet
sms dari kaka”
jawabnya
“aah aku suka minder kalo smsan sama dia” kataku
“looh kenapa ka?” Venny heran
“soalnya tulisan sms aku jelek” Balasku.
Kemudian suasana hening karena tadi aku berusaha
melawak namun tidak lucu. Ahirnya aku di timpuk oleh warga sekolah dengan
genteng karena aku tidak berhasil melawak. Karena ditimpuk aku luka parah di
sekujur tubuh. Ahirnya aku dilarikan kerumah sakit. Sungguh kasian diriku saat
itu, sudah babak belur oleh genteng, sekarang disuruh lari ke rumah sakit. Aku
lari kerumah sakit sekitar 2 kilometer dari sekolah. Setelah itu sembuh.
Setelah mendapatkan keyakinan diriku berkat si Venny.
Ahirnya Tahap 4 kedua berhasil. Levelku yang asalnya pro naik menjadi executions. Tahap yang terakhir Tahap 2 yaitu : Nembak dia
dan dia mau jadi pacarku.tahap ini adalah tahap penentuan apakah dia akan
menjadi milikku dan aku bahagia seumur hidupku atau dia menolakku dan aku akan
galau satu dekade.
Lalu aku curhat lagi ke Venny mengenai Edgar dengan
Vanda.
“Venn, Edgar gimana sama Vanda??” tanyaku
“ooh iya ka, kaka harus segera. Kalo nggak, Vanda
pasti akan di tembak Edgar” Balasnya yang membuatku tegang
“terus gimana dong?? Aku gapunya modal apa-apa untuk
mendapatkan Vanda” balasku pesimis.
“Kaka harus yakin ka!! Coba dulu deh ka :D” balasnya
lagi.
“benar juga yah, kalo ga di coba kita gabakal tau
gimana hasilnya” kataku bijak.
Hingga saat itu tibalah The Judgement day penentuan
hidup dan matiku. Tidak apa-apalah alay sedikit. Waktu itu hari Jumat tanggal
19 Juli di taman sekolah aku bersamanya ngobrol berdua untuk pertama kalinya.
“Van, aku mau nanya sesuatu..” kataku. Sambil
bergemetar dan keluar keringat dingin dengan suhu air keringatku -12oC
“iya ka, mau nanya apa?” balasnya dengan polos.
“kenapa selama sama kamu aku kok ngerasa ada yang beda
yah” Balasku.
“beda gimana ka??” herannya.
“iya gitu pokoknya ada yang beda. Kayaknya kaka punya rasa yang lain ke kamu
Van.” Balasku dengan gugup.
Lalu dia tersenyum dan tersipu malu.
“kamu kenapa Van??” aku heran khawatir kalau dia
terkena Stroke stadium 4.
“ga pa pa kaa heheh” jawabnya sambil merah semu di
pipinya.
Sepertinya dia juga mempunyai rasa yang sama kepadaku,
sehingga aku begitu yakin dia akan menerimaku.
Setelah mengobrol
sambil tertawa-tawa karena ada ceritaku yang menurutnya lucu. Ahirnya
aku mengutarakan apa yang aku rasakan kepada dia selama ini bahwa aku Sayang
kepadanya.
“Van.. “ kataku
“iyaa kaa??” jawabnya sambil berhenti tertawa.
“aku tuh sayang sama kamu. Kamu mau ga jadian sama
aku??” ahirnya aku mengungkapkan perasaanku selama ini kepadanya.
“...... maaf ka, kayanya engga deh” Mendengarnya
hatiku hancur bagaikan Es cincau yang tumpah.
Aku hanya terdiam saat itu dengan hati yang sakit. Kemudian terlontar
perkataan yang tidak kukira.
“maaf ka, kayanya engga salah deh kalo aku jadian sama
kaka” jawabnya dia yang membuat hatiku yang hancur tadi tersusun kembali. Aku
tidak percaya apa yang dia ucapkan. Hari itu adalah hari yang paling
menggembirakan bagiku. Tak kusangka, ternyata usahaku selama ini tidak sia-sia.
Ternyata memang benar jika kita tidak mencoba maka kita tidak tau apa hasilnya.
Hingga saat ini aku masih bersamanya dan akan terus bersamanya, karena dia
adalah satu-satunya perempuan terbaik setelah ibuku.
-TAMAT-