Minggu, 02 Februari 2014

Masa SMA

   

Cewe Ospek Vanda
Hari itu hari Senin, hari dimana aku memulai orientasi hidupku yang penuh lika-liku dari alpa hingga omega. Dimulai pukul 4:30 ketika aku bangun oleh dua alarmku yaitu Adzan Shubuh dan Ibuku.
 “Allaaaaahhuaakbar Allaaaaaaahhuakbar” Suara adzan berkumandang. “Brian bangun.. cepat ke masjid,sholat shubuh!!!” Ibuku berkumandang juga.
 “iyaa mah..” balasku agar ibuku mengira aku sudah bangun, padahal aku tidur lagi.
            Dan ibuku seperti biasa mengecek ke kamarku, karena ibuku tau bahwa aku sudah sering melakukan menghentakkan tangan seperti itu.
“Brian Cepat ke Masjid, nanti keburu komat! Kalo kamu sholat shubuh dirumah bekalmu akan di diskon” ujar ibuku dengan ancaman pamungkasnya
. Aku langsung bergegas siap-siap ke masjid dengan sarung favoritku yang jarang ku cuci. Sesudahnya sholat shubuh aku pulang dan langsung unsur magnetik di dalam kasur itu menarikku, namun kali ini aku tidak tertarik dengan kasur itu, karena aku harus bergegas mandi dan kesekolah untuk melaksanakan kebiasaan taunan sekolahku. Aku berangkat ke sekolah dengan motor Bebek Favoritku yang jarang ku Service sehingga knalpotnya bobrok. Aku sangat menyayangi motorku karena motorku pemberian dari Ayahku dari dealer.
            Aku bersekolah di SMAN 1 LONDON. Kini aku duduk di kelas 12 dan ini taun pertamaku di kelas 12. Hari ini sekolahku mengadakan adat dari tahun ke tahun yaitu MOPDB SMANDON atau Masa Orientasi SMAN Satu London. Aku dan teman-teman osis akan mengospek hari ini sampai 6 hari kedepan. Aku sampai disekolah pukul 5, untungnya aku tidak telat. Kalau telat aku pasti akan mendapatkan seri dari komdis. Briefing pun dimulai, lalu aku mendapatkan Pos pemeriksaan password Ospek bersama temanku Catherine yang tidak akan masuk kedalam ceritaku ini karena dia bukan siapa-siapa.
            “cath, passwordnya apa?” ujarku dengan panggilan akrabnya.
 “passwordnya kopi luak white coffe, eh salah maaf maksudnya passwordnya SMANDON is the best.” balasnya dengan password yang kampungan itu yang dibikin oleh ketua Pelaksana sendiri.
Maklum catherine baru memenangkan kuis di televisi, jadi  dia masih ingat passwordnya
. “ooh iya iya siap” balasku seperti biasa.
            Lalu ada segerombolan peserta datang dari pos sebelumku, begitu banyaknya sehingga ku mengira mereka akan minta tanda tangan kepadaku. Iya, kata orang-orang aku mirip Keanu Reev,  artis The Matrix, The Persamaan Linear dan The Integral. Filmnya memang mirip materi di pelajaran matematika kupikir, tapi sudahlah karena film-film itu tidak akan mempengaruhi  jalan ceritaku ini. melihat keramaian itu aku sontak siap-siap menyiapkan pulpen yang sebesar tongkat pramuka agar tintanya lama habisnya.
 “brian, kamu ngapain?? Pulpen sebesar itu?” tanya catherine kepadaku.
 “oh maaf aku terbawa suasana, maklum kalo liat banyak orang menghampiriku,aku langsung mengira mereka adalah fansku. Maaf maaf.” Balasku lalu 3 orang peserta datang pertama kepadaku dengan memakai pakaian yang ga karuan karena persyaratan MOPDB.
            “Siang kang” ujar 3 peserta itu bersama dengan keringat di sekujur tubuhnya hingga banjir dan sepatuku basah oleh keringat mereka.
 “siaang” balasku dengan senyum agar kelihatan ramah.
 Sebenarnya aku tidak menghiraukan tugas pos, karena sudah ada catherine. Dalam pos kali ini aku hanya mencari peserta-peserta perempuan saja untuk dijadikan kecenganku nanti.  Ternyata 3 peserta ini tidak lolos kriteriaku, bukan karena mereka jelek atau mereka gendut tapi mereka adalah laki-laki semua. Karena aku kesal melihat muka mereka yang kucel dan lesuh seperti pedagang 2 tax. Aku langsung memberikan mereka seri  5, 1 serinya 80 push up untuk laki-laki.
 Ahirnya mereka seri semua. Akibatnya badan mereka berkeringat semua kelelahan dan membanjiri posku hingga setengah lutut orang dewasa. Karena aku khawatir mereka akan membanjiri seluruh sekolah ahirnya aku memberhentikan seri mereka setelah mereka push up sebanyak 236. Ketika mereka berdiri tangan mereka langsung besar seperti mike tyson dan aku khawatir di tinju mereka.
“yasudah silahkan ke lapang, tapi ingat jangan pernah melakukan kesalahan ini lagi” ujarku dengan wajah masam sekarang.
 “iya ka..” jawab mereka kompak bagaikan penyanyi JKT48 yang menyanyikan lagu Fortune cookies.
“Brian, kok kamu memberi mereka seri?” catherine menanyakan karena heran.
“Kamu ga liat? Liat mereka badannya mirip mike tyson semua, itu tuh tidak menyirikan perawakan anak SMA” Balasku dengan kesal karena Catherine selalu bertanya seperti wartawan insert
”iya yah, aku juga berpikir. Serasa tidak pantas baju SMP dipakai oleh mereka” Jawab Catherine yang kali ini omongannya seperti perempuan cerdas.
Lalu setelah 369 peserta melewati pos ku ahirnya datang 3 peserta lagi, kali ini perempuan semua. Mereka bertiga berjalan bersama seperti girlband smash.
“PAGI KAAAA” sapa mereka semangat seperti anak cheers.
“IYAA PAGII” jawabku semangat seperti cheers juga.
Dan hingga kali ini aku baru sadar bahwa 3 peserta pertama tadi menyapaku dengan kata “SIANG” dan aku ikut menjawab “SIANG”. Dan aku sadar betapa stupidnya aku dalam cerita ini.
Aku diam terpaku asmara oleh wajahnya yang cantik luar biasa, dia berasal dari SMPN 1 ternama di kotaku. Badanku gemetar didekatnya hingga getarannya menggetarkan bumi dengan skala sampa 8,7 skala rither. Aku sapa dia dengan kata-kata yang penuh keramahan tanda bahwa ada perasaanku yang luar biasa kepadanya.
 Namanya Vanda. Nama panjangnya adalah Vaandaaaaaaaaaa.
“hi Vanda..” aku menyapanya namun dia tidak menghiraukan sapaanku karena sedang sibuk melaksanakan seri karena tidak hafal password ospek. Setelah selesai seri dia melewati diriku sambil tersenyum memandang wajahku.
 “Aaahhh apa mungkin ini cinta pada pandangan pertama” ujarku dalam hati.
“Brian, kamu kenapa??” tanya Catherine lagi karena heran melihat wajahku merah merona seperti buah naga Bu Adangpinggir Bu Uci.
 “euumm eumm ga kenapa-kenapa hehe” balasku dengan gugup.
 “yu ah kita ke lapang, udah mau mulai upacara pembukaannya nih” ajak Catherine kepadaku.
“iyaa ayo” dengan wajah semeringai ku berjalan kelapang.
Vanda ini orangnya Putih cantik tiada tanding bagiku, bahkan aku hampir tidak fokus selama upacara pembukaan karena pandanganku hanya tertuju pada Vanda yang sedang Baris di lapang Upacara.
 “Bray lo kenapa?” tanya Jacob Mahmud Safeer kepadaku.
 “gini sob, ada anak peserta mos yang bikin gua terpanah asmara olehnya” jawabku.
 “wah yang bener? Emang lu udahan sama Inem anak kelas 11 itu?” kata Jacob.
 “waah lu ketinggalan informasi sob. Dia udah pindah ke Ciparay ke orangtuanya disana, jadi kita memutuskan untuk ga bakal LDRan(long distance relationship) sob, soalnya LDRan tuh kaya kita pacaran sama hape aja” Jawabku lagi. “ooh iya bener bener...” katanya.
 Lalu suasana hening. Ternyata upacara telah dimulai.
Setelah beberapa jam melelahkan disekolah aku langsung pulang. Sambil membayangkan wajahnya yang cantik bahkan Taylor Swift juga kalah oleh kecantikannya.
Aku cek twitterku yang followersnya 756 dan followingnya 459203. Berpikir siapa tahu ada anak peserta ospek yang memfollowku dan meminta follback kepadaku. Ahirnya setelah 4 jam berharap ada yang meminta follback, ada 1 akun yang minta follback kepadaku akun itu adalah @radityadika.
 “@ajihair qhaqhaa follbeck eaaaa” begitulah tweet dia kepadaku. Aku langsung block akun twitter dia karena alay sekali dan dia bukan yang aku harapkan.
Setelah penungguan yang lama hingga jenggotku bercabang ahirnya satu akun perempuan yang aku  harapkan ada. Akunnya adalah @VandhaThea memang agak alay sih tapi ya sudahlah, lambat laun alaynya akan hilang karena Sekolahku nanti.
“@ajihairi: kaka follback yah ini vandaa hehehe” begitulah tweetnya yang ramah. Aku senang karena dia menfollowku duluan, saking senangnya aku menjadikan tweet dia tadi sebagai favoriteku di twitter.
 “@VandhaThea followed yah :D” begitu tweetku kepadanya.
Tak terasa MOPDB SMANSON pun selesai. Dan dimulai lah misi PDKT ku kepadanya yang sekarang sudah ganti akun twitternya menjadi @Vanda_. Ahirnya alaynya pun sudah sembuh. Namun di tengah-tengah PDKTku kepadanya ternyata ada banyak Panitia MOPDB Laki-laki juga suka kepadanya. Dia bernama Edgar Silaholo dari Madura.
 “Eh Bray, gua suka sama peserta ospek kemaren nih. Dia cantik, baik bray” katanya kepadaku.
“waaah?? Siapa Gar?” responku dengan tanpa curiga bahwa dia dan aku mendekati satu orang yang sama
“ini nih orangnya” ternyata Edgar menunjukan avatar twitternyaVanda. Aku kaget dan sedih secara bersamaan.
 “ooh” jawabku dengan dingin.
Setelah tau Bahwa Edgar suka kepada Vanda juga.aku langsung menyusun strategi 4-4-2 ku dalam mendekati Vanda.
4 pertama yaitu : MenDirect Message dia di twitter, Meng-add facebook dia, mentionan sama dia agar kelihatan sudah dekat dan mendapatkan nomor handphonenya.
3 fase dalam 4 pertama sudah sukses. Walaupun ada kendala di saat meng-add facebooknya. Sunggu sulit saat mendapatkan akun facebooknya. Ternyata dia masih alay di facebook. Ahirnya aku menemukan akun facebooknya yang alay itu chieeVandha eanxbnchicwo penghianadztsalawaznha . namun setelah 3 detik di add aku langsung di accept olehnya.
Dalam proses mendapatkan nomor handphonenya ini mungkin butuh proses. Aku memulai menchatnya di fb.
 “eeh Van, boleh minta nomor hape ga?? Hehehh:D” kemudian chatku hanya di baca saja terliat di pemberitahuan facebooknya.
5 jam kemudian dia membalas “MBB ka, 5 jam tadi facebooknya delay” aneh yah, facebook bisa delay
“nih nomernya ka 0877986+2314+89/0=0” itu lah nomor handphonenya yang rumit melebihi soal UN.
“ooohh iyaa siipp makasih vanda heheh” balasku di chat.
Yesss!!!! Ahirnya tahap 4 pertama selesai.
Tahap 4 kedua yaitu : smsan dengan dia, mengantarnya pulang, mendapat pin bbmnya dia dan membuat dia suka kepadaku.
Dalam tahap 4 kedua ini levelku untuk jadian sama dia berubah yang asalnya amateur menjadi pro. Dalam tahap ini aku belum melaksanakan 2 fase yaitu mengantarnya pulang dan membuat dia suka kepadaku.
Sebelum aku mengantarnya pulang aku harus tau rumahnya dimana. Ketika itu Rabu jam 12 siang di sekolah.
“van, rumah kamu itu dimana?? Heheh” smsku kepadanya
“di Jln. Pasirkaliki ka hehe” jawabnya
Aku kaget ternyata dia aadalah perempuan setrong yang dugdag dari rumah ke sekolah. Namun untuk mendapatkannya hatinya aku harus rela berkorban.
“nanti pulangnya bareng aku yah :D” balasku dengan percaya diri
“eeh ka gatau, Vanda bingung. Tadi juga ka Edgar ngajak bareng” jawabnya
Jleebbbb perasaanku. Ternyata Edgar sudah mendahuluiku. Edgar akan mengantar dia dengan Motornya satria Fu yang stang motornya di jepit seperti gerobak baso.
Namun  aku tidak akan mudah menyerah. Aku akan tetap membuat Vanda mau pulang bersama diriku.
“Vaan, yaudah pulangnya bareng aku aja yah” kataku dalam sms.
Smsku tidak dibalas olehnya, akhirnya aku galau. Aku takut aku tidak akan mendapatkan Vanda. Jam 2 pun tiba, bel pulang berbunyi.
“gatau ka, kayanya aku bakal pulang bareng Papahku aja” balasnya dalam sms yang lama
“ooh iyaudah atuh yaah hati hati” sambil perasaan kecewa karena tidak bisa mengantarnya pulang.
Walaupun aku kecewa, aku tidak akan menyerahkan Vanda kepada Edgar anak juragan oncom di sukamelang. Aku tetap berusaha hingga hari waktu itu Hari Sabtu dia menerima ajakan pulang bersamaku.
“Van, sekarang mau ga Pulang sama aku?” tanyaku
“ooh boleh ka boleeh” jawabnya
Yesss!!!! Ahirnya usahaku tidak sa-sia. Aku heran mengapa dia menolak ajakan Edgar. Padahal motorku hanya bebek yang belum tentu bisa jalan sampai kerumah dia, sungguh sedih motor kesayanganku yang sudah tua itu.
Bel pulang pun bunyi. Aku mengsms dia bahwa aku sudah menunggunya di gerbang.
Tinggal 1 fase lagi dalam tahap ini. yaitu membuat dia suka kepadaku. Aku bertanya-tanya ke teman-temannya. Mencari tahu apakah dia suka kepadaku atau tidak.
Setelah curhat ke satu angkatan kelas 10. aku mendapat pencerahan dari anak kelas Xalam-A namanya Venellope  atau Venny. Berkat dia aku tau bahwa Vanda Suka kepadaku.
“Ven, kamu yakin dia suka sama aku??” tanyaku
“iih bener ka, aku liat gimana respon dia kalo dapet sms dari kaka” jawabnya
“aah aku suka minder kalo smsan sama dia” kataku
“looh kenapa ka?” Venny heran
“soalnya tulisan sms aku jelek” Balasku.
Kemudian suasana hening karena tadi aku berusaha melawak namun tidak lucu. Ahirnya aku di timpuk oleh warga sekolah dengan genteng karena aku tidak berhasil melawak. Karena ditimpuk aku luka parah di sekujur tubuh. Ahirnya aku dilarikan kerumah sakit. Sungguh kasian diriku saat itu, sudah babak belur oleh genteng, sekarang disuruh lari ke rumah sakit. Aku lari kerumah sakit sekitar 2 kilometer dari sekolah. Setelah itu sembuh.
Setelah mendapatkan keyakinan diriku berkat si Venny. Ahirnya Tahap 4 kedua berhasil. Levelku yang asalnya  pro naik menjadi ­executions.  Tahap yang terakhir Tahap 2 yaitu : Nembak dia dan dia mau jadi pacarku.tahap ini adalah tahap penentuan apakah dia akan menjadi milikku dan aku bahagia seumur hidupku atau dia menolakku dan aku akan galau satu dekade.
Lalu aku curhat lagi ke Venny mengenai Edgar dengan Vanda.
“Venn, Edgar gimana sama Vanda??” tanyaku
“ooh iya ka, kaka harus segera. Kalo nggak, Vanda pasti akan di tembak Edgar” Balasnya yang membuatku tegang
“terus gimana dong?? Aku gapunya modal apa-apa untuk mendapatkan Vanda” balasku pesimis.
“Kaka harus yakin ka!! Coba dulu deh ka :D” balasnya lagi.
“benar juga yah, kalo ga di coba kita gabakal tau gimana hasilnya” kataku bijak.
Hingga saat itu tibalah  The Judgement day penentuan hidup dan matiku. Tidak apa-apalah alay sedikit. Waktu itu hari Jumat tanggal 19 Juli di taman sekolah aku bersamanya ngobrol berdua untuk pertama kalinya.
“Van, aku mau nanya sesuatu..” kataku. Sambil bergemetar dan keluar keringat dingin dengan suhu air keringatku -12oC
“iya ka, mau nanya apa?” balasnya dengan polos.
“kenapa selama sama kamu aku kok ngerasa ada yang beda yah” Balasku.
“beda gimana ka??” herannya.
“iya gitu pokoknya ada yang beda. Kayaknya kaka punya rasa yang lain ke kamu Van.” Balasku dengan gugup.
Lalu dia tersenyum dan tersipu malu.
“kamu kenapa Van??” aku heran khawatir kalau dia terkena Stroke stadium 4.
“ga pa pa kaa heheh” jawabnya sambil merah semu di pipinya.
Sepertinya dia juga mempunyai rasa yang sama kepadaku, sehingga aku begitu yakin dia akan menerimaku.
Setelah mengobrol  sambil tertawa-tawa karena ada ceritaku yang menurutnya lucu. Ahirnya aku mengutarakan apa yang aku rasakan kepada dia selama ini bahwa aku Sayang kepadanya.
“Van.. “ kataku
“iyaa kaa??” jawabnya sambil berhenti tertawa.
“aku tuh sayang sama kamu. Kamu mau ga jadian sama aku??” ahirnya aku mengungkapkan perasaanku selama ini kepadanya.
“...... maaf ka, kayanya engga deh” Mendengarnya hatiku hancur bagaikan Es cincau yang tumpah.  Aku hanya terdiam saat itu dengan hati yang sakit. Kemudian terlontar perkataan yang tidak kukira.
“maaf ka, kayanya engga salah deh kalo aku jadian sama kaka” jawabnya dia yang membuat hatiku yang hancur tadi tersusun kembali. Aku tidak percaya apa yang dia ucapkan. Hari itu adalah hari yang paling menggembirakan bagiku. Tak kusangka, ternyata usahaku selama ini tidak sia-sia. Ternyata memang benar jika kita tidak mencoba maka kita tidak tau apa hasilnya. Hingga saat ini aku masih bersamanya dan akan terus bersamanya, karena dia adalah satu-satunya perempuan terbaik setelah ibuku.
-TAMAT-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar